GPM School
GPM School
Pembekalan PKL SMK Global Persada Mandiri Diberikan oleh TNI dan Polri, Tanamkan Disiplin dan Jiwa Kebangsaan

Dalam rangka membentuk karakter disiplin dan meningkatkan wawasan kebangsaan, para peserta Praktik Kerja Lapangan (PKL) mengikuti kegiatan pembekalan yang dilatih langsung oleh jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Kegiatan ini dilaksanakan sebelum para peserta diterjunkan ke dunia kerja dan berlangsung dengan tertib serta penuh antusias.

Pembekalan tersebut meliputi pelatihan kedisiplinan, baris-berbaris, pembinaan mental, serta materi tentang etika, tanggung jawab, dan sikap profesional di lingkungan kerja. Selain itu, TNI dan Polri juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya kerja sama, kepemimpinan, serta rasa cinta tanah air sebagai bekal dasar bagi peserta PKL.

Para instruktur dari TNI dan Polri menekankan bahwa pembekalan ini bertujuan untuk membentuk pribadi yang tangguh, berintegritas, serta mampu beradaptasi dengan aturan dan budaya kerja di instansi maupun dunia industri. Peserta dilatih untuk memiliki sikap disiplin waktu, patuh terhadap aturan, dan mampu bekerja secara mandiri maupun dalam tim.

Kegiatan pembekalan PKL ini mendapat respons positif dari para peserta. Mereka mengaku memperoleh pengalaman berharga serta motivasi untuk lebih siap menghadapi tantangan di dunia kerja. Dengan adanya pelatihan dari TNI dan Polri, diharapkan para peserta PKL dapat menjadi generasi muda yang berkarakter kuat, disiplin, dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

Selain pelatihan fisik dan mental, peserta juga dibekali pemahaman mengenai keselamatan kerja serta pentingnya menjaga sikap dan nama baik diri sendiri maupun institusi selama menjalani PKL. Materi ini dinilai sangat penting agar peserta mampu bersikap bijak, bertanggung jawab, dan mematuhi aturan yang berlaku di tempat kerja.

Pihak sekolah berharap kegiatan pembekalan ini dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan kepribadian peserta PKL. Melalui kerja sama dengan TNI dan Polri, sekolah berkomitmen untuk terus membekali peserta didik dengan nilai-nilai kedisiplinan, nasionalisme, dan etos kerja yang tinggi sebagai bekal memasuki dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.

Jurus Jitu Masuk PTN Favorit: SMA GPM siapkan Cara ini

Bekasi, 02 Januari 2026 –  Bayangkan duduk di ruang ujian UTBK dengan perasaan tenang, bukan panik, soal-soal yang muncul terasa familiar, bukan menakutkan, strategi pengerjaan sudah terasah, bukan asal coba-coba. Inilah yang dialami alumni SMA Global Persada Mandiri (GPM) yang kini tersebar di berbagai perguruan tinggi negeri ternama.
Bukan Sekadar Bimbel, Ini Program Terintegrasi 3 Tahun. Di tengah maraknya program persiapan UTBK sistem kilat yang menjanjikan hasil instan, SMA GPM mengambil pendekatan berbeda. Sekolah yang berlokasi di Bekasi ini meluncurkan UTBK Mastery Program, sebuah mata pelajaran unggulan yang dimulai sejak siswa duduk di kelas X.

“Kami tidak percaya sistem kebut semalam. UTBK bukan hanya soal hafalan, tapi tentang cara berpikir, strategi, dan ketahanan mental,” tegas Tamaria Sinaga, S.Hum, Guru Pengampu Program UTBK SMA GPM.

Program ini dirancang berjenjang selama tiga tahun: dari pemahaman konsep dasar di kelas X, pengenalan pola soal di kelas XI, hingga intensifikasi strategi dan simulasi di kelas XII. Hasilnya? Siswa tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga mental.

Baca juga : CEVEST Goes To School di SMA GPM Menanamkan Jiwa Entrepreneurship dan Profesionalisme bagi Generasi Z

Bukti Nyata: Alumni yang Berhasil Tembus PTN Impian

Muhammad Faishal Zaki Adzar, yang kini menempuh studi di Universitas Indonesia, masih ingat betul bagaimana program ini mengubah cara belajarnya. “Pemahaman konsep dan strategi soal terasa lebih kuat. Saat UTBK, saya tidak kaget karena sudah terbiasa,” ungkap alumni angkatan 2020-2023 ini.

Cerita serupa datang dari Amyra Anindya Damayanti, mahasiswi Universitas Udayana yang juga alumni SMA GPM angkatan 2021-2024. “Belajar UTBK terasa menyatu dengan kegiatan sekolah dan didampingi langsung oleh guru. Prosesnya jadi lebih terarah dan tidak menimbulkan panik,” tuturnya.

Hanakireina angkatan 2024-2025, yang kini belajar di Universitas Airlangga, menambahkan bahwa program ini tidak hanya membantunya lolos UTBK, tetapi juga menentukan arah jurusan yang tepat dan mempersiapkan diri menghadapi dunia perkuliahan.

Baca juga : 270 Siswa SMP GPM Padukan Tradisi dan Teknologi Digital dalam ” The Anchabharma”

"Kami Merasa Lebih Siap dan Percaya Diri"

Bukan hanya alumni, siswa kelas XII yang masih aktif mengikuti program ini juga merasakan manfaatnya. Jehan dan Shabira mengaku pendampingan guru, pembahasan soal yang mendalam, serta pola belajar bertahap membantu mereka mengatur waktu, memahami tipe soal, menentukan jurusan, dan menjaga motivasi menjelang ujian.

“Tidak seperti teman-teman di sekolah lain yang baru mulai persiapan di kelas XII dan terlihat stres, kami sudah terbiasa dan lebih tenang,” ujar salah satu dari mereka. 

Lebih dari Sekadar Lulus Namun Membangun Karakter Belajar Seumur Hidup

Eni Nuraeni, S.Pd, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMA GPM, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi sekolah untuk meningkatkan daya saing lulusan secara menyeluruh.

“Program ini dirancang berjenjang, terintegrasi dengan kurikulum, dan berbasis kebutuhan siswa. Dampaknya terlihat pada meningkatnya kedisiplinan belajar, kepercayaan diri, dan kesiapan siswa menghadapi evaluasi besar,” jelasnya.

Yang membedakan UTBK Mastery Program dengan bimbingan belajar biasa adalah pendekatannya yang holistik. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing strategi dan pendamping mental siswa. Beban belajar didistribusikan secara merata selama tiga tahun, bukan menumpuk di tahun terakhir.

Baca juga: Pameran Produk Siswa 2025 SMK Global Persada Mandiri : Karya, Wirausaha, dan Mimpi Besar

Investasi Terbaik untuk Masa Depan Anak

UTBK bukan hanya tentang menjawab soal dengan benar. Ini tentang membangun fondasi berpikir kritis, kedisiplinan, dan ketahanan mental yang akan berguna sepanjang hidup. SMA GPM memahami hal ini dan menjadikannya bagian integral dari pendidikan mereka.

“Kami tidak hanya ingin siswa lolos UTBK, tetapi juga memiliki karakter belajar yang kuat sebagai bekal masa depan,” tutup Tamaria Sinaga.

Bagi orangtua yang ingin anaknya tidak hanya sekadar lulus UTBK tetapi juga siap menghadapi dunia perkuliahan dan kehidupan dengan percaya diri, UTBK Mastery Program di SMA GPM bisa menjadi solusi yang tepat.

SMA Global Persada Mandiri (GPM) Mempersiapkan generasi unggul sejak dini untuk masa depan gemilang

270 Siswa SMP GPM Padukan Tradisi dan Teknologi Digital dalam ” The Anchabharma”

Bekasi, 20 Desember 2025 — Ballroom SMP Global Persada Mandiri di Bekasi Timur menjadi saksi pagelaran seni budaya spektakuler bertajuk “Anchabharma”: Harmoni Tradisi dan Teknologi Digital” pada Sabtu malam, 20 Desember 2025. Sebanyak 270 siswa dari kelas 7, 8, dan 9 tampil memukau dalam pertunjukan yang memadukan warisan budaya Nusantara dengan literasi digital.

Pagelaran dibuka dengan penampilan siswa kelas 7 yang menampilkan rangkaian tarian bertema “Profil SMP GPM: Bekasi dalam Keberagaman”. Dimulai dari Tarian Bekasi Keren yang energik, dilanjutkan Tarian Keragaman Agama yang menggambarkan harmoni lima agama, Tarian Profil Pelajar Pancasila yang mengekspresikan enam dimensi karakter, hingga Tarian Ekskul yang menggambarkan dinamika kegiatan ekstrakurikuler di SMP GPM.

“Penampilan kelas 7 hari ini luar biasa. Mereka berhasil menunjukkan bahwa identitas lokal Bekasi dan keberagaman bisa berpadu indah dengan nilai-nilai Pancasila,” ujar JB Wijaya, S.Sn., Kepala SMP Global Persada Mandiri. “Ini adalah fondasi penting sebelum kita memasuki perjalanan yang lebih dalam tentang bagaimana tradisi dan teknologi bisa bersinergi.”

Seratus siswa kelas 8 membawakan drama musikal keroncong kontemporer yang mengisahkan Lima Sekawan tersedot ke dalam permainan virtual Archipelago Quest: Mencari Jati Diri Bangsa. Dengan iringan orkestra keroncong live, para siswa menampilkan Tari Remo Digital (Jawa Timur), Tari Enggang futuristik (Kalimantan), dan Tari Sajojo modern (Papua), lengkap dengan efek visual digital dan proyeksi LED yang memukau.

Sugio, M.Pd., Guru Seni Budaya SMP GPM menjelaskan, “Kami ingin menunjukkan bahwa teknologi dan tradisi bukanlah dua hal yang bertentangan. Keroncong yang dianggap kuno bisa diaransemen dengan beat elektronik. Tarian daerah bisa dikombinasikan dengan gerakan robotik. Inilah yang kami sebut sebagai ‘cultural innovation’—inovasi yang tetap menghormati akarnya.”

Puncak pagelaran adalah penampilan 60 siswa kelas 9 dalam drama wayang kontemporer yang menginterpretasikan epos Mahabharata dalam konteks era digital. Yudhistira yang terjebak kecanduan judi, Karna yang mengalami FOMO, hingga manipulasi media sosial oleh Duryodana—semua dikemas dengan backdrop digital, multimedia canggih, dan musik gamelan-elektronik yang memukau.

Testimoni Siswa dan Orang Tua

“Menurut aku, pagelaran GPM School 2025 itu seru banget dan keren karena kegiatannya asik, banyak orang yang ngeramein acara pagelarannya juga, dan bikin suasana sekolah jadi fun banget. Aku mau banget kalau event kayak pagelaran gitu diadain lagi tiap tahun karena bikin kenangan dan kebersamaan yang nggak terlupakan,” ujar Vania Agatha, siswa kelas 8 Socrates.

Evzen Wenas dari kelas 8 Plato menambahkan, “Menurut aku pagelaran kali ini sangat bagus karena anak-anak terlihat semangat dan membuat para penonton terkesan oleh penampilan ini.”

Arashel Pricilla Barus dari kelas 7 Soepomo mengungkapkan, “Menurut saya, pagelaran tahun ini sangat seru, dimana kelas 7 bisa menari bersama yang menjalin persahabatan dan kedekatan. 

Lebih lanjut Pertiwi Andriana, S.IP, orang tua siswa kelas 8, memberikan apresiasi khusus: “Secara umum kegiatan pagelaran yang dilaksanakan sangat bagus sesuai dengan goal setting SMP GPM dalam pembentukan karakter. 

Theresia Sukma Wijayanti, orang tua siswa kelas 9, menambahkan: “Saya menyaksikan Pagelaran SMP Global Persada Mandiri: ‘The Anchabharma’. Saya melihat siswa kelas 7–9 di sini, saya melihat refleksi diri dan indahnya persatuan dalam keberagaman. Saya pun pulang dengan rasa bangga.”

Pendidikan Transformatif dan Inklusif Berbasis Seni

Dalam penutupan, JB Wijaya menyampaikan, “Malam ini kita menyaksikan bagaimana 270 siswa kita tidak hanya tampil di panggung, tetapi juga tampil sebagai diri mereka yang terbaik. Dari kelas 7 yang memperkenalkan identitas dan keberagaman, kelas 8 yang menjembatani tradisi dengan teknologi, hingga kelas 9 yang mengingatkan kita tentang pentingnya menguasai diri sendiri—ini adalah pendidikan transformatif yang sesungguhnya.”

Sugio, M.Pd. menambahkan dengan penuh haru, “Tiga bulan persiapan, ratusan jam latihan, keringat, air mata, dan tawa—semuanya terbayar malam ini. Anak-anak ini bukan hanya belajar menari dan berakting. Mereka belajar disiplin, kerja sama, empati, dan keberanian. Itulah esensi pendidikan seni.”

Pagelaran yang juga dihadiri oleh beberapa kepala sekolah dan komite dari sekolah lain ini ditutup dengan standing ovation ketika seluruh 270 siswa berdiri di panggung dan dengan gegap gempita menyanyikan lagu Mars GPM.

"Bhinneka Tunggal Ika—berbeda-beda tetapi tetap satu, di dunia nyata maupun maya

Pameran Produk Siswa 2025 SMK Global Persada Mandiri : Karya, Wirausaha, dan Mimpi Besar

Bekasi, 19 Desember 2025 — SMK Global Persada Mandiri menggelar Pameran Produk Siswa pada 19–20 Desember 2025 sebagai ajang apresiasi dan publikasi hasil karya siswa selama enam bulan pertama Periode Pembelajaran Tahun Ajaran 2025/2026. Kegiatan ini menjadi ruang bagi siswa untuk menampilkan kompetensi, kreativitas, serta menumbuhkan sikap profesional sejak dini.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini dibuka secara resmi oleh Kepala Sekolah SMK Global Persada Mandiri, Tiorida Ervina, S.Pd, dan dihadiri oleh tamu undangan dari berbagai satuan pendidikan, di antaranya SMPN 1 Kota Bekasi, SMP Sejahtera, MTs Bustanul Ibad, SMAN 18 Kota Bekasi, serta SMPN 56 Kota Bekasi.

Kepala Sekolah SMK Global Persada Mandiri Ibu Tiorida Ervina, S.Pd membuka kegiatan Pameran Produk Siswa 2025

Beragam produk hasil karya siswa dari berbagai bidang keahlian dipamerkan dalam kegiatan ini. Tidak hanya menampilkan karya, pameran juga menjadi sarana pembelajaran kewirausahaan melalui pembukaan stand usaha oleh seluruh kelas yang menjual produk makanan, minuman, dan merchandise.

Pada hari pertama rangkaian kegiatan diisi dengan talkshow dunia industri yang disampaikan oleh siswa-siswi SMK Global Persada Mandiri, serta berbagai workshop seperti fotografi, desain grafis, gambar digital, dan animasi. Dalam kegiatan ini, siswa berperan aktif sebagai fasilitator, menunjukkan kemampuan teknis sekaligus keterampilan komunikasi dan kolaborasi.

Sementara itu, pada hari kedua, kegiatan difokuskan pada pembekalan kesiapan siswa menghadapi dunia kerja. SMK Global Persada Mandiri menghadirkan Ade Isyanah, S.Pd., M.SR, lulusan Australian National University dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di BUMN dan sebagai entrepreneur. Mengusung tema “No Deadline = No Excuse”, siswa didorong untuk berani bermimpi besar, membangun mindset dan sikap profesional, memahami budaya kerja, serta mendapatkan tips menghadapi Praktik Kerja Lapangan (PKL) di perusahaan.

Melalui kegiatan ini, SMK Global Persada Mandiri terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran berbasis pengalaman nyata yang mendorong siswa tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga siap secara mental dan karakter untuk memasuki dunia kerja dan industri.

SMK Global Persada Mandiri Gelar Seminar Industri Hadapi Industri Kreatif dan AI

Bekasi, 4 Desember 2025 — SMK Global Persada Mandiri kembali menegaskan komitmennya dalam menyiapkan lulusan vokasi yang siap kerja dan relevan dengan kebutuhan industri melalui penyelenggaraan Seminar Industri yang digelar di Ballroom GPM School, Kamis (4/12). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa sebagai bagian dari penguatan wawasan industri sejak dini.

Seminar ini menghadirkan narasumber dari MNC University dan Politeknik SSR, yang membahas strategi sekolah vokasi dalam menjawab tantangan dunia kerja yang terus berkembang, khususnya di bidang industri kreatif dan teknologi. Materi yang disampaikan menekankan pentingnya kesiapan kompetensi, adaptasi teknologi, serta pemahaman terhadap kebutuhan industri masa depan.

Dosen MNC University, Arief Yulianto, M.Sn, memaparkan perkembangan industri kreatif serta kebutuhan desainer grafis di era digital. Ia menyoroti peran Artificial Intelligence (AI) dalam proses kreatif dan menegaskan bahwa siswa vokasi harus mampu beradaptasi agar tetap relevan, sekaligus memanfaatkan peluang karier di industri kreatif pada rentang 2025–2030.

Sebagai penutup, Astri Sulastri, S.Pd, Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Industri, memandu sesi sharing pengalaman Praktik Kerja Lapangan (PKL) siswa kelas XII. Pengalaman tersebut menjadi sorotan utama sebagai bentuk pembekalan bagi siswa kelas XI yang akan mengikuti program PKL pada tahun 2026, agar lebih siap secara mental, sikap kerja, dan kompetensi.

Kegiatan Seminar Industri ini dibuka secara resmi oleh Lukluk Maknun Tyasing Rahayu, S.Pd, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, yang menegaskan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan industri dalam menciptakan lulusan vokasi yang adaptif, kompeten, dan berdaya saing.

Tentang SMK Global Persada Mandiri

SMK Global Persada Mandiri merupakan sekolah menengah kejuruan yang berkomitmen mencetak lulusan siap kerja melalui pembelajaran berbasis industri, penguatan karakter, serta kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Seminar Refleksi Guru GPM Angkat Etos Kerja Berbasis 3S (Sepaham, Sepakat, Sejalan)

Bekasi, Senin, 22 Desember – Global Persada Mandiri (GPM) menyelenggarakan Seminar Refleksi Guru SMP, SMA, dan SMK dengan tema “Work Ethos in School – You Are the Architect of the Future”. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bersama bagi para pendidik untuk meneguhkan kembali makna etos kerja sebagai fondasi budaya sekolah.

Seminar diawali dengan Keynote Speech oleh Bapak Subhan, M.Pd., yang menekankan filosofi dasar GPM dalam membangun etos kerja berbasis 3S: Sepaham, Sepakat, dan Sejalan. Dalam paparannya, Bapak Subhan menyampaikan bahwa GPM tidak hanya berdiri sebagai institusi pendidikan, tetapi sebagai komunitas nilai yang bergerak dalam keselarasan.

“Sekolah yang kuat bukan karena semua orang hebat, tetapi karena semua orang berjalan di arah yang sama. Etos kerja di sekolah tidak cukup dibangun dari aturan, tetapi dari kesadaran peran,” ungkap Bapak Subhan.

Ia menegaskan bahwa Sepaham berarti menyatukan cara pandang tentang pentingnya etos kerja sebagai amanah peradaban, Sepakat sebagai komitmen bersama terhadap profesionalisme dan integritas, serta Sejalan sebagai wujud nyata nilai tersebut dalam tindakan sehari-hari. Bapak Subhan menyebut konsep ini sebagai “Conscious Work Ethos in Education”, yakni etos kerja yang lahir dari kesadaran nilai, dampak, dan keberlanjutan.

Memasuki sesi utama, seminar menghadirkan Bapak Iman Safari, M.Pd. sebagai narasumber yang mengulas secara mendalam tentang etos kerja di lingkungan sekolah, mulai dari konsep, tantangan, hingga strategi implementasinya. Ia menjelaskan bahwa etos kerja bukan tentang kesibukan, melainkan tentang efektivitas dan kualitas kontribusi.

“Etos kerja adalah semangat dan keyakinan yang tercermin dalam tanggung jawab, dedikasi, integritas, serta konsistensi. Dalam pendidikan, etos kerja guru sangat menentukan kualitas pembelajaran dan iklim sekolah,” ujar Bapak Iman.

Ia juga menekankan bahwa keberadaan fasilitas yang lengkap tidak selalu menjadi penentu kualitas sebuah sekolah.

“Sekolah tidak harus memiliki segalanya untuk menjadi luar biasa. Eksistensi institusi pendidikan justru ditentukan oleh sumber daya manusia, nilai organisasi, dan konsistensi dalam bekerja,” tambahnya.

Diskusi dan refleksi dalam seminar ini dipandu oleh Ibu Maria Atik, M.Pd. selaku moderator, yang mengarahkan alur dialog agar peserta tidak hanya memahami materi secara konseptual, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan praktik keseharian di sekolah. 

Dalam penutupnya, moderator menegaskan bahwa etos kerja di GPM merupakan hasil dari keselarasan nilai, komitmen, dan tindakan bersama.

Melalui seminar refleksi ini, GPM berharap seluruh guru semakin sepaham dalam nilai, sepakat dalam komitmen, dan sejalan dalam tindakan, sehingga etos kerja yang dibangun tidak berhenti sebagai wacana, melainkan benar-benar dihidupi dan dihidupkan setiap hari di lingkungan sekolah.

CEVEST Goes To School di SMA GPM Menanamkan Jiwa Entrepreneurship dan Profesionalisme bagi Generasi Z

Jum’at, 19 Desember 2025 – SMA Global Persada Mandiri (GPM) bekerja sama dengan CEVEST menggelar kegiatan CEVEST Goes To School bertema “Entrepreneurship dan Profesionalisme bagi Gen Z” yang berlangsung di GPM Ballroom pada 19 Desember 2025. Kegiatan ini bertujuan membekali peserta didik dengan karakter, kesiapan mental, serta wawasan dunia kerja sejak dini.

Dalam sesi pemaparan bu Neneng, narasumber dari CEVEST, menekankan pentingnya pembentukan karakter melalui konsep 3C: Confident, Commitment, dan Consistency. Menurutnya, keberhasilan di dunia kerja maupun dunia usaha tidak hanya ditentukan oleh keterampilan teknis, tetapi juga oleh kebiasaan dan karakter yang dibangun secara berkelanjutan.

“Kita terbentuk dari kebiasaan-kebiasaan di masa lalu. Karena itu, cita-cita perlu diimajinasikan dan dilakukan berulang-ulang. Mulailah hari ini membangun 3C dan jangan pernah berhenti,” ujar Bu Neneng.

Selain pembahasan karakter, CEVEST juga memperkenalkan berbagai program pelatihan vokasi gratis yang dapat diikuti oleh lulusan SMA/SMK/S1 maupun masyarakat berusia minimal 18 tahun. Program tersebut meliputi bidang TIK, elektro, pengelasan, pariwisata, otomotif, serta pelatihan bahasa Jepang, yang terhubung dengan mitra industri melalui proses seleksi berbasis 3C.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari para siswa. Rafael, siswa kelas XII SMA GPM, mengaku memperoleh sudut pandang baru terkait kesiapan setelah lulus sekolah.
“Kegiatan ini membuka wawasan saya tentang dunia kerja dan pelatihan yang bisa diikuti setelah lulus. Saya jadi lebih paham pentingnya percaya diri dan konsisten dalam mengejar cita-cita,” ujar Rafael.

Sementara itu, Fabby, siswa kelas X SMA GPM, menilai kegiatan ini sangat relevan bagi siswa yang masih berada di fase awal menentukan arah masa depan.
“Materinya relate dengan anak muda. Bukan hanya motivasi, tapi juga memberikan gambaran nyata tentang pilihan setelah sekolah,” ungkap Fabby.

Melalui kegiatan CEVEST Goes To School ini, SMA GPM dan CEVEST berharap peserta didik dari berbagai jenjang kelas memiliki kesiapan karakter dan wawasan sejak dini untuk menghadapi tantangan dunia kerja dan dunia usaha.

SMA GPM Gelar Bakti Sosial Lintas Iman, Tanamkan Nilai Toleransi dan Kepedulian Sosial

Jumat, 19 Desember 2025 –  Siswa kelas XI SMA Global Persada Mandiri (GPM) melaksanakan kegiatan bakti sosial lintas iman sebagai wujud nyata pendidikan karakter dan toleransi beragama. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Desember dan diikuti oleh seluruh siswa tanpa memandang latar belakang agama.

Dalam kegiatan tersebut, siswa kelas XI melakukan kunjungan ke beberapa lokasi, antara lain Panti Asuhan Calvary, Panti Asuhan Muslim Al Ikhlas Bekasi, serta Panti Lansia Charitas. Di Panti Asuhan Calvary,

Quinny Cheina Humaira selaku Ketua osis menjelaskan” dalam kegiatan ini siswa yang beragama Kristen ikut melaksanakan kegiatan kebaktian bersama, sementara siswa dengan latar belakang agama lain tetap hadir dan berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan sosial sebagai bentuk penghormatan dan kebersamaan”

Kunjungan ke Panti Asuhan Muslim Al Ikhlas Bekasi turut dihadiri oleh siswa non-Muslim. Kehadiran mereka menjadi simbol nyata bahwa kepedulian sosial dan kemanusiaan melampaui batas perbedaan agama. Selain itu, rombongan siswa juga mengunjungi Panti Lansia Charitas untuk berbagi perhatian dan kasih kepada para lansia.

Ms Atik Kepala Sekolah GPM School, mengungkapkan “para siswa mengumpulkan dan menyalurkan bantuan berupa sembako, seperti beras, minyak goreng, gula, dan sirup, yang didonasikan ke tiga lokasi tersebut. Seluruh bantuan merupakan hasil partisipasi dan kepedulian bersama seluruh siswa SMA GPM”

Kegiatan ini merupakan bagian dari praktik baik program religion activity yang secara rutin dilaksanakan setiap hari Jumat di SMA GPM, di mana seluruh siswa menjalankan aktivitas keagamaan sesuai dengan keyakinan masing-masing, dengan tetap menjunjung tinggi nilai toleransi, saling menghormati, dan kebersamaan.

Ms Atik berharap ” Melalui kegiatan ini, SMA GPM menegaskan komitmennya dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki empati sosial, sikap inklusif, dan semangat persaudaraan di tengah keberagaman, khususnya di momentum bulan Desember yang sering diasosiasikan dengan perayaan keagamaan tertentu.”

SMA GPM menyelenggarakan Gelar Karya P5 (Projek Penguatan Profil Pancasila) Kewirausahaan dengan tema “Semangat Wirausaha, Dukung Jajanan Kaki Lima” di GPM Ballroom.

Jum’at, 23 Mei 2025 , SMA GPM menyelenggarakan Gelar Karya P5 (Projek Penguatan Profil Pancasila) Kewirausahaan dengan tema “Semangat Wirausaha, Dukung Jajanan Kaki Lima” di GPM Ballroom. Gelar Karya P5 merupakan bentuk rangkaian puncak kegiatan Implementasi Kurikulum Merdeka pada tahun ajaran 2024/2025 terutama di kelas X SMA GPM.

Kegiatan ini bertujuan untuk membangun karakter setiap siswa-siswi terutama dalam mengutarakan ide-ide, bekerja sama, dan memahami arti dari berusaha keras. Kegiatan ini dibuka dengan penampilan tradisional dance dan modern dance dari perwakilan siswa kelas XI IPA dan XI IPS serta sambutan dari Kepala Sekolah SMA GPM Drs. Oyong Cahyadi, MM yang memberikan pesan kepada siswa-siswi bahwa diharapkan kegiatan ini dapat bermanfaat dalam mengembangkan karakter kemandirian dan kolaborasi dengan sesama.

Dengan bertemakan “Semangat Wirausaha, Dukung Jajanan Kaki Lima” menghadirkan berbagai macam booth makanan dan minuman yang biasa kita temui dimana saja khususnya di kaki lima dengan sajian seblak, es susu boba, pancake, bakso bakar, bakso kuah, dimsum, macaroni dan minuman-minuman segar bahkan makanan berat seperti kwetiau goreng dan nasi ayam tumis.

Baca juga : Kepala Sekolah SMA Global Persada Mandiri: Visi dan Misi Menuju Pendidikan Berkualitas.

Siswa-siswi kelas XI SMA GPM dan guru-guru SMA GPM pun ikut memeriahkan kegiatan dengan menampilkan beberapa lagu diatas panggung. Selain itu, seluruh guru dan siswa-siswi unit TK, SD, SMP dan SMK GPM pun ikut meramaikan acara gelar karya “Semangat Wirausaha, Dukung Jajanan Kaki Lima” ini dengan membeli jajanan kaki lima yang disajikan oleh siswa-siswi kelas X SMA GPM.

Baca juga : Rayakan Peringatan Hari Kartini Dengan Semangat Kebudayaan di SD Global Persada Mandiri Melalui Perlombaan Busana Adat dan Menyanyi Lagu Daerah yang Menumbuhkan Cinta Bangsa.

Beberapa siswa mengaku lelah tetapi juga senang karna ramai dan sajiannya habis terjual. “alhamdulillah kita balik modal ms” , ujar Lita dan Gilbert siswa kelas X.3 . “ms, dagangan kita abis ms ludesss” ujar Nando dan Fransisca X.2 . “cape miss, laper miss” ujar Devan X.1 . “cape miss, tapi lakuu dong dagangan kita” ujar Anas, Mutiara X.1 .

Baca juga : Campus Visit; Exploring CCIT Universitas Indonesia.

Koordinator kegiatan P5 Ms Fatin, Ms Dewi dan Ms Putri banyak mengucapkan terimakasih atas dukungan dan kerjasama dari semua pihak sehingga acara berjalan lancar, meriah dan sukses. Diharapkan kedepannya ini menjadi motivasi untuk semua pihak.

Rayakan Peringatan Hari Kartini Dengan Semangat Kebudayaan di SD Global Persada Mandiri Melalui Perlombaan Busana Adat dan Menyanyi Lagu Daerah yang Menumbuhkan Cinta Bangsa.

Bekasi, 22 April 2025 – Tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini, tugas kita sebagai generasi penerus adalah untuk merefleksikan nilai-nilai perjuangannya. Setiap tahun, banyak acara diadakan untuk mengenang jasa-jasanya, termasuk di sekolah-sekolah. Di SD Global Persada Mandiri, peringatan Hari Kartini pada tahun ini dilakukan dengan tema “Semangat Kartini dalam Balutan Kearifan Lokal.” Tema ini diharapkan dapat menjembatani tradisi lokal dan semangat modernisasi.

Acara peringatan dibuka dengan prosesi yang dihadiri oleh seluruh siswa, guru, dan orang tua murid. Suasana menjadi semakin meriah dengan berbagai perlombaan yang mengangkat budaya lokal, seperti lomba busana adat dan lomba menyanyi lagu daerah. Kegiatan ini sangat relevan dalam menumbuhkan rasa cinta terhadap kebudayaan Indonesia, sekaligus mengenalkan anak-anak kepada keragaman yang ada di negeri ini. Selain itu, acara ini memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk menunjukkan bakat mereka dan berkolaborasi dengan teman-teman sebayanya.

Melalui perlombaan ini, diharapkan anak-anak tidak hanya mengagumi budaya nenek moyang, tetapi juga menjadikannya sebagai identitas yang harus dijaga dan dilestarikan. Acara ini juga menjadi bagian dari usaha untuk meningkatkan nilai-nilai edukatif dan moral kepada generasi penerus.

Baca juga : Membangun Jiwa Wirausaha Melalui Seni Perfilman: P5 Semester 2 dengan Konsep Bioskop Mini

Kegiatan lomba yang diadakan pada peringatan Hari Kartini tidak hanya berfungsi sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai wadah apresiasi bagi anak-anak. Setiap peserta mendapatkan peluang untuk meraih penghargaan dalam bentuk tropi dan hadiah. Hal ini bukan hanya memberikan semangat bagi anak-anak untuk berpartisipasi, tetapi juga mendorong mereka untuk berprestasi dan bangga atas identitas budaya mereka.

Dengan adanya penghargaan, anak-anak dapat merasakan hasil dari usaha dan kreativitas mereka. Ini sangat penting dalam proses belajar mereka karena mendorong rasa percaya diri dan keinginan untuk terus berkembang. Di tengah upaya bangsa dalam memajukan pendidikan karakter, kegiatan seperti ini menjadi bagian integral dalam menumbuhkan rasa cinta pada tanah air serta kebanggaan terhadap kebudayaan Indonesia.

Baca juga : Kepala Sekolah SMA Global Persada Mandiri: Visi dan Misi Menuju Pendidikan Berkualitas.

Walaupun hasil lomba dinyatakan berdasarkan penilaian, namun setiap anak yang berpartisipasi sudah menjadi pemenang sebenarnya dengan ikut berkontribusi dalam melestarikan budaya lokal. Dengan begitu, anak-anak tidak hanya belajar bersaing, tetapi juga belajar untuk saling menghargai satu sama lain.

Salah satu tujuan dari peringatan Hari Kartini di SD Global Persada Mandiri adalah untuk membangun rasa cinta kepada bangsa dan negara. Sebuah bangsa yang kuat adalah bangsa yang memahami sejarahnya. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini, anak-anak diajak untuk mengenal lebih jauh tentang perjuangan para pahlawan, khususnya perempuan seperti Kartini yang telah berjuang demi hak-hak mereka.

Dengan mengedukasi anak-anak tentang pentingnya sejarah, kita dapat membentuk generasi muda yang peka dan peduli terhadap nasib bangsanya. Hal ini sangat penting di era globalisasi yang semakin menggencarkan pengaruh budaya asing. Melalui pemahaman yang baik tentang sejarah, anak-anak dapat belajar untuk menghargai jasa-jasa pahlawan dan berkomitmen untuk melanjutkan perjuangan mereka dalam bentuk tindakan nyata.

Baca juga : Campus Visit; Exploring CCIT Universitas Indonesia.

Peringatan Hari Kartini menjadi salah satu momen penting untuk membuat anak-anak merasa bangga menjadi bagian dari Indonesia. Dengan memperlihatkan keindahan budaya lokal melalui perlombaan, diharapkan mereka menjadi generasi yang mencintai bangsa serta siap berkontribusi dalam pembangunan masyarakat yang lebih baik.

Penting untuk menjadikan peringatan Hari Kartini sebagai agenda tahunan di SD Global Persada Mandiri. Kegiatan ini diharapkan dapat selalu diadakan agar semangat Kartini tetap hidup dalam diri anak-anak. Oleh karena itu, dukungan dari seluruh pihak—baik guru dan orang tua sangat diperlukan untuk kelancaran acara ini.

Keberlanjutan kegiatan semacam ini tidak hanya berguna untuk mengenang jasa Kartini, tetapi juga untuk terus menanamkan semangat emansipasi dalam berbagai konteks. Pendidikan yang berfokus pada nilai-nilai kebangsaan, sejarah, dan budaya harus menjadi bagian dari kurikulum yang diterapkan di setiap sekolah, terutama bagi generasi muda.

Dengan semangat ini, SD Global Persada Mandiri berharap dapat menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan rasa nasionalisme yang tinggi. Anak-anak sebagai penerus bangsa perlu memahami tanggung jawab mereka untuk melanjutkan perjuangan Kartini dengan cara yang relevan di zaman mereka.

Baca juga : Siswa SMA Global Persada Mandiri Berprestasi di G-Olympiad!

Raden Ajeng Kartini adalah simbol perjuangan emansipasi wanita di Indonesia. Melalui berbagai kegiatan yang digelar setiap tahun, kita tidak hanya mengenang jasa-jasanya, tetapi juga membangkitkan semangat perjuangan yang telah ia tanamkan. Peringatan Hari Kartini, khususnya di SD Global Persada Mandiri dengan berbagai perlombaan, menjadi wadah yang sangat baik untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal dan sejarah bangsa. Dengan cara ini, kita menumbuhkan generasi yang mampu menghargai dan melestarikan warisan nenek moyang. Mr. Oke Setiawan, S.Pd selaku Koordinator Acara ini menyampaikan Terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam kelancaran acara ini. Mari kita terus hidupkan semangat Kartini dalam setiap tindakan kita sebagai generasi penerus bangsa.