GPM School
GPM School
Siswa-Siswi GPM School Ikuti Festival Budaya Anak dalam Rangka Hari Anak Nasional Ke-42 Tahun 2026

Bekasi, 23 Juli 2026 – Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1984, telah ditetapkan bahwa Hari Anak Nasional (HAN) diperingati setiap tanggal 23 Juli. Peringatan Hari Anak Nasional merupakan momentum penting untuk menggugah kepedulian dan partisipasi seluruh komponen bangsa dalam menjamin terpenuhinya hak-hak anak untuk hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta memperoleh perlindungan dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi.

Sebagai bentuk komitmen dalam mengingatkan seluruh elemen masyarakat mengenai pentingnya menempatkan anak sebagai individu yang berharga, yang perlu didengar pendapatnya, dipenuhi hak-haknya, serta dilindungi demi membangun masa depan bangsa Indonesia, maka Tema Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026 adalah : “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” dengan tagline : #SayangAnakSayangIndonesia

Salah satu rangkaian kegiatan dalam memperingati Hari Anak Nasional Tahun 2026 adalah Festival Budaya Anak yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (Kementerian PPPA RI) pada Kamis, 23 Juli 2026, bertempat di Makara Art Center, Universitas Indonesia, Depok.

Festival Budaya Anak menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan pelestarian budaya, di antaranya pertunjukan musik kolintang, rapling Bendera Hari Anak Nasional, penyampaian Suara Anak Indonesia (SAI), sarasehan budaya, pagelaran wayang kulit oleh dalang cilik, permainan tradisional, serta berbagai pertunjukan seni budaya Nusantara.

Pada kesempatan tersebut, Global Persada Mandiri (GPM) School Bekasi mengirimkan 10 orang perwakilan siswa-siswi dari jenjang SMP, SMA, dan SMK untuk mengikuti kegiatan tersebut, yaitu:

  1. Hancent – SMP Kelas IX Newton
  2. Givent Anderson – SMP Kelas IX Pythagoras
  3. Fransiska – SMP Kelas IX Pascal
  4. Olethea Clarisa – SMA Kelas XII IPS
  5. Florencia Chin – SMA Kelas X-2
  6. Brigitta Alysa Wijaya – SMA Kelas XI IPA
  7. Alfito Leonar – SMK Kelas XI Animasi
  8. Audrey Paramitha – SMK Kelas XI Desain Komunikasi Visual (DKV)
  9. Anggela Noel Gautama – SMK Kelas X
  10. Metta Puspita Rini – SMK Kelas X

Kegiatan Festival Budaya Anak Tahun 2026 dihadiri langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Ibu Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si., serta Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Ibu Veronica Tan.

Dalam sambutannya, pemerintah kembali menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, serta mendukung tumbuh kembang anak agar mampu menjadi generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, kreatif, dan berkarakter. 

Selama kegiatan berlangsung, para peserta disuguhkan dengan berbagai penampilan budaya yang memukau, di antaranya Pertunjukan Musik Kolintang Anak oleh Grup Kolintang Nawasena, pemutaran video Rapling Segara dan Rinjani, penyampaian Suara Anak Indonesia oleh Forum Anak, persembahan Tari Tradisi Papua, pagelaran wayang kulit oleh dalang cilik, hingga berbagai permainan tradisional yang mengajak anak-anak untuk mencintai budaya Indonesia.

Dalam kegiatan ini, perwakilan siswa-siswi GPM School juga mendapatkan pendampingan dari Kementerian Agama Kota Bekasi, yaitu:

  1. Bapak Eddwin, S.Kom. selaku Penyelenggara Buddha Kota Bekasi.
  2. Ibu Sri Mulyati, S.Ag. selaku Penyuluh Agama Buddha Kota Bekasi.
  3. Bapak Ganies Esa Manura, S.I.Kom. selaku Penyuluh Agama Hindu Kota Bekasi.

Selain itu, para peserta dari GPM School turut didampingi oleh Guru Agama Buddha Global Persada Mandiri, Bapak Sunoto, S.Ag., selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Keikutsertaan siswa-siswi GPM School dalam Festival Budaya Anak memberikan pengalaman yang sangat berharga. Selain memperoleh wawasan mengenai pentingnya pelestarian budaya Indonesia, para peserta juga belajar tentang hak-hak anak, keberagaman budaya Nusantara, serta nilai-nilai kebersamaan dan toleransi.

Hancent, Givent Anderson dan Alfito Leonar photo bersama Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Ibu Veronica Tan.
Audrey, Metta, Florencia dan Anggela photo bersama Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Ibu Veronica Tan.

Salah satu momen yang paling berkesan bagi para siswa adalah kesempatan untuk berfoto bersama Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Ibu Veronica Tan. Momen tersebut menjadi pengalaman yang membanggakan sekaligus menjadi motivasi bagi para siswa untuk terus berprestasi, mencintai budaya bangsa, serta berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan positif di tingkat nasional.

Klik Disini Info GPM Fair 2026

Partisipasi GPM School dalam peringatan Hari Anak Nasional Ke-42 Tahun 2026 merupakan wujud nyata komitmen sekolah dalam mendukung pengembangan karakter peserta didik, menanamkan rasa cinta tanah air, menghargai keberagaman budaya Indonesia, serta mempersiapkan generasi muda yang berakhlak mulia, kreatif, dan siap menjadi pemimpin masa depan Indonesia.

Jurus Jitu Masuk PTN Favorit: SMA GPM siapkan Cara ini

Bekasi, 02 Januari 2026 –  Bayangkan duduk di ruang ujian UTBK dengan perasaan tenang, bukan panik, soal-soal yang muncul terasa familiar, bukan menakutkan, strategi pengerjaan sudah terasah, bukan asal coba-coba. Inilah yang dialami alumni SMA Global Persada Mandiri (GPM) yang kini tersebar di berbagai perguruan tinggi negeri ternama.
Bukan Sekadar Bimbel, Ini Program Terintegrasi 3 Tahun. Di tengah maraknya program persiapan UTBK sistem kilat yang menjanjikan hasil instan, SMA GPM mengambil pendekatan berbeda. Sekolah yang berlokasi di Bekasi ini meluncurkan UTBK Mastery Program, sebuah mata pelajaran unggulan yang dimulai sejak siswa duduk di kelas X.

“Kami tidak percaya sistem kebut semalam. UTBK bukan hanya soal hafalan, tapi tentang cara berpikir, strategi, dan ketahanan mental,” tegas Tamaria Sinaga, S.Hum, Guru Pengampu Program UTBK SMA GPM.

Program ini dirancang berjenjang selama tiga tahun: dari pemahaman konsep dasar di kelas X, pengenalan pola soal di kelas XI, hingga intensifikasi strategi dan simulasi di kelas XII. Hasilnya? Siswa tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga mental.

Baca juga : CEVEST Goes To School di SMA GPM Menanamkan Jiwa Entrepreneurship dan Profesionalisme bagi Generasi Z

Bukti Nyata: Alumni yang Berhasil Tembus PTN Impian

Muhammad Faishal Zaki Adzar, yang kini menempuh studi di Universitas Indonesia, masih ingat betul bagaimana program ini mengubah cara belajarnya. “Pemahaman konsep dan strategi soal terasa lebih kuat. Saat UTBK, saya tidak kaget karena sudah terbiasa,” ungkap alumni angkatan 2020-2023 ini.

Cerita serupa datang dari Amyra Anindya Damayanti, mahasiswi Universitas Udayana yang juga alumni SMA GPM angkatan 2021-2024. “Belajar UTBK terasa menyatu dengan kegiatan sekolah dan didampingi langsung oleh guru. Prosesnya jadi lebih terarah dan tidak menimbulkan panik,” tuturnya.

Hanakireina angkatan 2024-2025, yang kini belajar di Universitas Airlangga, menambahkan bahwa program ini tidak hanya membantunya lolos UTBK, tetapi juga menentukan arah jurusan yang tepat dan mempersiapkan diri menghadapi dunia perkuliahan.

Baca juga : 270 Siswa SMP GPM Padukan Tradisi dan Teknologi Digital dalam ” The Anchabharma”

"Kami Merasa Lebih Siap dan Percaya Diri"

Bukan hanya alumni, siswa kelas XII yang masih aktif mengikuti program ini juga merasakan manfaatnya. Jehan dan Shabira mengaku pendampingan guru, pembahasan soal yang mendalam, serta pola belajar bertahap membantu mereka mengatur waktu, memahami tipe soal, menentukan jurusan, dan menjaga motivasi menjelang ujian.

“Tidak seperti teman-teman di sekolah lain yang baru mulai persiapan di kelas XII dan terlihat stres, kami sudah terbiasa dan lebih tenang,” ujar salah satu dari mereka. 

Lebih dari Sekadar Lulus Namun Membangun Karakter Belajar Seumur Hidup

Eni Nuraeni, S.Pd, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMA GPM, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi sekolah untuk meningkatkan daya saing lulusan secara menyeluruh.

“Program ini dirancang berjenjang, terintegrasi dengan kurikulum, dan berbasis kebutuhan siswa. Dampaknya terlihat pada meningkatnya kedisiplinan belajar, kepercayaan diri, dan kesiapan siswa menghadapi evaluasi besar,” jelasnya.

Yang membedakan UTBK Mastery Program dengan bimbingan belajar biasa adalah pendekatannya yang holistik. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing strategi dan pendamping mental siswa. Beban belajar didistribusikan secara merata selama tiga tahun, bukan menumpuk di tahun terakhir.

Baca juga: Pameran Produk Siswa 2025 SMK Global Persada Mandiri : Karya, Wirausaha, dan Mimpi Besar

Investasi Terbaik untuk Masa Depan Anak

UTBK bukan hanya tentang menjawab soal dengan benar. Ini tentang membangun fondasi berpikir kritis, kedisiplinan, dan ketahanan mental yang akan berguna sepanjang hidup. SMA GPM memahami hal ini dan menjadikannya bagian integral dari pendidikan mereka.

“Kami tidak hanya ingin siswa lolos UTBK, tetapi juga memiliki karakter belajar yang kuat sebagai bekal masa depan,” tutup Tamaria Sinaga.

Bagi orangtua yang ingin anaknya tidak hanya sekadar lulus UTBK tetapi juga siap menghadapi dunia perkuliahan dan kehidupan dengan percaya diri, UTBK Mastery Program di SMA GPM bisa menjadi solusi yang tepat.

SMA Global Persada Mandiri (GPM) Mempersiapkan generasi unggul sejak dini untuk masa depan gemilang

270 Siswa SMP GPM Padukan Tradisi dan Teknologi Digital dalam ” The Anchabharma”

Bekasi, 20 Desember 2025 — Ballroom SMP Global Persada Mandiri di Bekasi Timur menjadi saksi pagelaran seni budaya spektakuler bertajuk “Anchabharma”: Harmoni Tradisi dan Teknologi Digital” pada Sabtu malam, 20 Desember 2025. Sebanyak 270 siswa dari kelas 7, 8, dan 9 tampil memukau dalam pertunjukan yang memadukan warisan budaya Nusantara dengan literasi digital.

Pagelaran dibuka dengan penampilan siswa kelas 7 yang menampilkan rangkaian tarian bertema “Profil SMP GPM: Bekasi dalam Keberagaman”. Dimulai dari Tarian Bekasi Keren yang energik, dilanjutkan Tarian Keragaman Agama yang menggambarkan harmoni lima agama, Tarian Profil Pelajar Pancasila yang mengekspresikan enam dimensi karakter, hingga Tarian Ekskul yang menggambarkan dinamika kegiatan ekstrakurikuler di SMP GPM.

“Penampilan kelas 7 hari ini luar biasa. Mereka berhasil menunjukkan bahwa identitas lokal Bekasi dan keberagaman bisa berpadu indah dengan nilai-nilai Pancasila,” ujar JB Wijaya, S.Sn., Kepala SMP Global Persada Mandiri. “Ini adalah fondasi penting sebelum kita memasuki perjalanan yang lebih dalam tentang bagaimana tradisi dan teknologi bisa bersinergi.”

Seratus siswa kelas 8 membawakan drama musikal keroncong kontemporer yang mengisahkan Lima Sekawan tersedot ke dalam permainan virtual Archipelago Quest: Mencari Jati Diri Bangsa. Dengan iringan orkestra keroncong live, para siswa menampilkan Tari Remo Digital (Jawa Timur), Tari Enggang futuristik (Kalimantan), dan Tari Sajojo modern (Papua), lengkap dengan efek visual digital dan proyeksi LED yang memukau.

Sugio, M.Pd., Guru Seni Budaya SMP GPM menjelaskan, “Kami ingin menunjukkan bahwa teknologi dan tradisi bukanlah dua hal yang bertentangan. Keroncong yang dianggap kuno bisa diaransemen dengan beat elektronik. Tarian daerah bisa dikombinasikan dengan gerakan robotik. Inilah yang kami sebut sebagai ‘cultural innovation’—inovasi yang tetap menghormati akarnya.”

Puncak pagelaran adalah penampilan 60 siswa kelas 9 dalam drama wayang kontemporer yang menginterpretasikan epos Mahabharata dalam konteks era digital. Yudhistira yang terjebak kecanduan judi, Karna yang mengalami FOMO, hingga manipulasi media sosial oleh Duryodana—semua dikemas dengan backdrop digital, multimedia canggih, dan musik gamelan-elektronik yang memukau.

Testimoni Siswa dan Orang Tua

“Menurut aku, pagelaran GPM School 2025 itu seru banget dan keren karena kegiatannya asik, banyak orang yang ngeramein acara pagelarannya juga, dan bikin suasana sekolah jadi fun banget. Aku mau banget kalau event kayak pagelaran gitu diadain lagi tiap tahun karena bikin kenangan dan kebersamaan yang nggak terlupakan,” ujar Vania Agatha, siswa kelas 8 Socrates.

Evzen Wenas dari kelas 8 Plato menambahkan, “Menurut aku pagelaran kali ini sangat bagus karena anak-anak terlihat semangat dan membuat para penonton terkesan oleh penampilan ini.”

Arashel Pricilla Barus dari kelas 7 Soepomo mengungkapkan, “Menurut saya, pagelaran tahun ini sangat seru, dimana kelas 7 bisa menari bersama yang menjalin persahabatan dan kedekatan. 

Lebih lanjut Pertiwi Andriana, S.IP, orang tua siswa kelas 8, memberikan apresiasi khusus: “Secara umum kegiatan pagelaran yang dilaksanakan sangat bagus sesuai dengan goal setting SMP GPM dalam pembentukan karakter. 

Theresia Sukma Wijayanti, orang tua siswa kelas 9, menambahkan: “Saya menyaksikan Pagelaran SMP Global Persada Mandiri: ‘The Anchabharma’. Saya melihat siswa kelas 7–9 di sini, saya melihat refleksi diri dan indahnya persatuan dalam keberagaman. Saya pun pulang dengan rasa bangga.”

Pendidikan Transformatif dan Inklusif Berbasis Seni

Dalam penutupan, JB Wijaya menyampaikan, “Malam ini kita menyaksikan bagaimana 270 siswa kita tidak hanya tampil di panggung, tetapi juga tampil sebagai diri mereka yang terbaik. Dari kelas 7 yang memperkenalkan identitas dan keberagaman, kelas 8 yang menjembatani tradisi dengan teknologi, hingga kelas 9 yang mengingatkan kita tentang pentingnya menguasai diri sendiri—ini adalah pendidikan transformatif yang sesungguhnya.”

Sugio, M.Pd. menambahkan dengan penuh haru, “Tiga bulan persiapan, ratusan jam latihan, keringat, air mata, dan tawa—semuanya terbayar malam ini. Anak-anak ini bukan hanya belajar menari dan berakting. Mereka belajar disiplin, kerja sama, empati, dan keberanian. Itulah esensi pendidikan seni.”

Pagelaran yang juga dihadiri oleh beberapa kepala sekolah dan komite dari sekolah lain ini ditutup dengan standing ovation ketika seluruh 270 siswa berdiri di panggung dan dengan gegap gempita menyanyikan lagu Mars GPM.

"Bhinneka Tunggal Ika—berbeda-beda tetapi tetap satu, di dunia nyata maupun maya

Seminar Refleksi Guru GPM Angkat Etos Kerja Berbasis 3S (Sepaham, Sepakat, Sejalan)

Bekasi, Senin, 22 Desember – Global Persada Mandiri (GPM) menyelenggarakan Seminar Refleksi Guru SMP, SMA, dan SMK dengan tema “Work Ethos in School – You Are the Architect of the Future”. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bersama bagi para pendidik untuk meneguhkan kembali makna etos kerja sebagai fondasi budaya sekolah.

Seminar diawali dengan Keynote Speech oleh Bapak Subhan, M.Pd., yang menekankan filosofi dasar GPM dalam membangun etos kerja berbasis 3S: Sepaham, Sepakat, dan Sejalan. Dalam paparannya, Bapak Subhan menyampaikan bahwa GPM tidak hanya berdiri sebagai institusi pendidikan, tetapi sebagai komunitas nilai yang bergerak dalam keselarasan.

“Sekolah yang kuat bukan karena semua orang hebat, tetapi karena semua orang berjalan di arah yang sama. Etos kerja di sekolah tidak cukup dibangun dari aturan, tetapi dari kesadaran peran,” ungkap Bapak Subhan.

Ia menegaskan bahwa Sepaham berarti menyatukan cara pandang tentang pentingnya etos kerja sebagai amanah peradaban, Sepakat sebagai komitmen bersama terhadap profesionalisme dan integritas, serta Sejalan sebagai wujud nyata nilai tersebut dalam tindakan sehari-hari. Bapak Subhan menyebut konsep ini sebagai “Conscious Work Ethos in Education”, yakni etos kerja yang lahir dari kesadaran nilai, dampak, dan keberlanjutan.

Memasuki sesi utama, seminar menghadirkan Bapak Iman Safari, M.Pd. sebagai narasumber yang mengulas secara mendalam tentang etos kerja di lingkungan sekolah, mulai dari konsep, tantangan, hingga strategi implementasinya. Ia menjelaskan bahwa etos kerja bukan tentang kesibukan, melainkan tentang efektivitas dan kualitas kontribusi.

“Etos kerja adalah semangat dan keyakinan yang tercermin dalam tanggung jawab, dedikasi, integritas, serta konsistensi. Dalam pendidikan, etos kerja guru sangat menentukan kualitas pembelajaran dan iklim sekolah,” ujar Bapak Iman.

Ia juga menekankan bahwa keberadaan fasilitas yang lengkap tidak selalu menjadi penentu kualitas sebuah sekolah.

“Sekolah tidak harus memiliki segalanya untuk menjadi luar biasa. Eksistensi institusi pendidikan justru ditentukan oleh sumber daya manusia, nilai organisasi, dan konsistensi dalam bekerja,” tambahnya.

Diskusi dan refleksi dalam seminar ini dipandu oleh Ibu Maria Atik, M.Pd. selaku moderator, yang mengarahkan alur dialog agar peserta tidak hanya memahami materi secara konseptual, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan praktik keseharian di sekolah. 

Dalam penutupnya, moderator menegaskan bahwa etos kerja di GPM merupakan hasil dari keselarasan nilai, komitmen, dan tindakan bersama.

Melalui seminar refleksi ini, GPM berharap seluruh guru semakin sepaham dalam nilai, sepakat dalam komitmen, dan sejalan dalam tindakan, sehingga etos kerja yang dibangun tidak berhenti sebagai wacana, melainkan benar-benar dihidupi dan dihidupkan setiap hari di lingkungan sekolah.

CEVEST Goes To School di SMA GPM Menanamkan Jiwa Entrepreneurship dan Profesionalisme bagi Generasi Z

Jum’at, 19 Desember 2025 – SMA Global Persada Mandiri (GPM) bekerja sama dengan CEVEST menggelar kegiatan CEVEST Goes To School bertema “Entrepreneurship dan Profesionalisme bagi Gen Z” yang berlangsung di GPM Ballroom pada 19 Desember 2025. Kegiatan ini bertujuan membekali peserta didik dengan karakter, kesiapan mental, serta wawasan dunia kerja sejak dini.

Dalam sesi pemaparan bu Neneng, narasumber dari CEVEST, menekankan pentingnya pembentukan karakter melalui konsep 3C: Confident, Commitment, dan Consistency. Menurutnya, keberhasilan di dunia kerja maupun dunia usaha tidak hanya ditentukan oleh keterampilan teknis, tetapi juga oleh kebiasaan dan karakter yang dibangun secara berkelanjutan.

“Kita terbentuk dari kebiasaan-kebiasaan di masa lalu. Karena itu, cita-cita perlu diimajinasikan dan dilakukan berulang-ulang. Mulailah hari ini membangun 3C dan jangan pernah berhenti,” ujar Bu Neneng.

Selain pembahasan karakter, CEVEST juga memperkenalkan berbagai program pelatihan vokasi gratis yang dapat diikuti oleh lulusan SMA/SMK/S1 maupun masyarakat berusia minimal 18 tahun. Program tersebut meliputi bidang TIK, elektro, pengelasan, pariwisata, otomotif, serta pelatihan bahasa Jepang, yang terhubung dengan mitra industri melalui proses seleksi berbasis 3C.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari para siswa. Rafael, siswa kelas XII SMA GPM, mengaku memperoleh sudut pandang baru terkait kesiapan setelah lulus sekolah.
“Kegiatan ini membuka wawasan saya tentang dunia kerja dan pelatihan yang bisa diikuti setelah lulus. Saya jadi lebih paham pentingnya percaya diri dan konsisten dalam mengejar cita-cita,” ujar Rafael.

Sementara itu, Fabby, siswa kelas X SMA GPM, menilai kegiatan ini sangat relevan bagi siswa yang masih berada di fase awal menentukan arah masa depan.
“Materinya relate dengan anak muda. Bukan hanya motivasi, tapi juga memberikan gambaran nyata tentang pilihan setelah sekolah,” ungkap Fabby.

Melalui kegiatan CEVEST Goes To School ini, SMA GPM dan CEVEST berharap peserta didik dari berbagai jenjang kelas memiliki kesiapan karakter dan wawasan sejak dini untuk menghadapi tantangan dunia kerja dan dunia usaha.

SMA GPM Gelar Bakti Sosial Lintas Iman, Tanamkan Nilai Toleransi dan Kepedulian Sosial

Jumat, 19 Desember 2025 –  Siswa kelas XI SMA Global Persada Mandiri (GPM) melaksanakan kegiatan bakti sosial lintas iman sebagai wujud nyata pendidikan karakter dan toleransi beragama. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Desember dan diikuti oleh seluruh siswa tanpa memandang latar belakang agama.

Dalam kegiatan tersebut, siswa kelas XI melakukan kunjungan ke beberapa lokasi, antara lain Panti Asuhan Calvary, Panti Asuhan Muslim Al Ikhlas Bekasi, serta Panti Lansia Charitas. Di Panti Asuhan Calvary,

Quinny Cheina Humaira selaku Ketua osis menjelaskan” dalam kegiatan ini siswa yang beragama Kristen ikut melaksanakan kegiatan kebaktian bersama, sementara siswa dengan latar belakang agama lain tetap hadir dan berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan sosial sebagai bentuk penghormatan dan kebersamaan”

Kunjungan ke Panti Asuhan Muslim Al Ikhlas Bekasi turut dihadiri oleh siswa non-Muslim. Kehadiran mereka menjadi simbol nyata bahwa kepedulian sosial dan kemanusiaan melampaui batas perbedaan agama. Selain itu, rombongan siswa juga mengunjungi Panti Lansia Charitas untuk berbagi perhatian dan kasih kepada para lansia.

Ms Atik Kepala Sekolah GPM School, mengungkapkan “para siswa mengumpulkan dan menyalurkan bantuan berupa sembako, seperti beras, minyak goreng, gula, dan sirup, yang didonasikan ke tiga lokasi tersebut. Seluruh bantuan merupakan hasil partisipasi dan kepedulian bersama seluruh siswa SMA GPM”

Kegiatan ini merupakan bagian dari praktik baik program religion activity yang secara rutin dilaksanakan setiap hari Jumat di SMA GPM, di mana seluruh siswa menjalankan aktivitas keagamaan sesuai dengan keyakinan masing-masing, dengan tetap menjunjung tinggi nilai toleransi, saling menghormati, dan kebersamaan.

Ms Atik berharap ” Melalui kegiatan ini, SMA GPM menegaskan komitmennya dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki empati sosial, sikap inklusif, dan semangat persaudaraan di tengah keberagaman, khususnya di momentum bulan Desember yang sering diasosiasikan dengan perayaan keagamaan tertentu.”

Kepala Sekolah SMA Global Persada Mandiri: Visi dan Misi Menuju Pendidikan Berkualitas.

Bekasi, 26 Februari 2025 – Di era globalisasi saat ini, peran pendidikan menjadi semakin penting dalam membentuk masa depan bangsa. Kepala Sekolah SMA Global Persada Mandiri School, Jl. Mekar Sari No.5, RT.010/RW.003, Bekasi Jaya Drs. Oyong Cahyadi, MM, memiliki visi yang kuat untuk mendorong kualitas pendidikan yang lebih baik. Menggambarkan perjalanan dan dedikasi beliau dalam menjalankan tugas sebagai pemimpin institusi didalam dunia pendidikan.

Drs. Oyong Cahyadi, seorang pendidik berpengalaman dengan latar belakang pendidikan di bidang manajemen pendidikan, dipercaya untuk memimpin Sekolah Global Persada Mandiri. Dengan pengalaman yang dimilikinya, beliau memiliki pemahaman mendalam tentang tantangan dan peluang dalam dunia pendidikan. Sejak menjabat, Drs. Oyong Cahyadi memberikan Inovasi dalam Pendidikan untuk terus mengimplementasikan berbagai inovasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Segudang penghargaan sudah diraih

Salah satu program yang paling menonjol adalah penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran. Dengan bekerja sama dengan pihak ketiga, sekolah berhasil menyediakan fasilitas teknologi canggih mendukung metode pembelajaran interaktif dan menarik.

Dukungan dan Partisipasi Orang Tua Selain fokus pada inovasi, Drs. Oyong Cahyadi, MM. juga memahami pentingnya dukungan dari orang tua dalam proses pendidikan. Melalui berbagai kegiatan yang melibatkan orang tua, seperti seminar dan workshop, beliau berusaha membangun kemitraan yang kuat antara sekolah dan keluarga.

Hal ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif dan mendukung. Tidak tanpa tantangan, Drs. Oyong Cahyadi menghadapi berbagai hambatan dalam upayanya meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satu tantangan terbesar adalah keterbatasan anggaran yang mempengaruhi kualitas fasilitas dan sumber daya belajar.

Dalam perjalanannya, Drs. Oyong Cahyadi menunjukkan bahwa dedikasi dan inovasi adalah kunci untuk mencapai tujuan pendidikan yang berkualitas. Tidak lepas dari dukungan dari orang tua dan solusi kreatif dalam menghadapi tantangan menjadi cerminan dari visi beliau yang ingin melihat setiap siswa meraih prestasi terbaik.

Mengakhiri dengan harapan semangat kepemimpinan Drs. Oyong Cahyadi akan terus menginspirasi dan membawa perubahan positif di Sekolah Global Persada Mandiri.
Campus Visit; Exploring CCIT Universitas Indonesia.

Bekasi, 21 Februari 2025 – Pada Jumat, 21 Februari 2025, siswa/i kelas 12 SMA Global Persada Mandiri berkesempatan untuk melakukan kunjungan kampus yang sangat berharga ke CCIT UI. Kunjungan ini bukan sekadar acara biasa, melainkan sebuah pengalaman yang bisa mengubah pandangan mereka terhadap dunia perkuliahan dan masa depan yang lebih cerah.

Setibanya di CCIT UI, para siswa disambut hangat oleh civitas akademik yang siap membagikan pengetahuan dan pengalaman mereka. Kegiatan diawali dengan campus tour, di mana siswa/i diajak berkeliling melihat fasilitas-fasilitas yang ada, mulai dari ruang kelas yang modern, laboratorium canggih, hingga ruang diskusi yang nyaman. Antusiasme para siswa terlihat jelas; mereka saling berbisik, berdiskusi, dan mengamati setiap sudut kampus dengan penuh rasa ingin tahu.

Setelah tour selesai, sesi pemaparan materi pun dimulai. Di sini, para siswa mendapatkan penjelasan mendalam mengenai program-program yang ditawarkan oleh CCIT UI. Materi yang disampaikan tidak hanya mencakup kurikulum akademik, tetapi juga bagaimana cara program tersebut dapat mempersiapkan mereka menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif. Para pengajar menjelaskan pentingnya keterampilan teknis dan soft skills dalam menghadapi revolusi industri 5.0, sebuah era di mana teknologi menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari.

Sungguh menarik melihat bagaimana siswa/i berinteraksi aktif dengan para pembicara. Mereka tidak ragu untuk bertanya, menggali informasi lebih dalam, dan bahkan berbagi pandangan tentang apa yang mereka harapkan dari pendidikan tinggi mereka. Diskusi yang terjadi sangat hidup dan menunjukkan bahwa mereka sudah mulai memikirkan langkah-langkah ke depan yang akan diambil setelah lulus dari SMA.

Kegiatan ini memberikan banyak manfaat bagi siswa/i. Selain mengenal lebih dalam dunia perkuliahan dan program di CCIT UI, mereka juga mendapatkan wawasan baru terkait pilihan studi dan prospek karier di masa depan. Melalui interaksi ini, siswa/i diharapkan dapat menumbuhkan motivasi untuk meraih pendidikan tinggi, serta merasakan langsung atmosfer kampus yang berbeda dari sekolah menengah mereka. Hal ini sangat penting dalam mempersiapkan transisi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Lebih dari itu, kunjungan ini menyadarkan siswa/i bahwa kita sudah memasuki revolusi industri 5.0, di mana segala sesuatunya semakin terintegrasi dengan teknologi. Kesempatan untuk belajar langsung tentang hal ini, serta bagaimana CCIT UI mempersiapkan mahasiswanya untuk menghadapi tantangan tersebut, memberikan perspektif baru bagi mereka.

Dengan semua pengalaman berharga yang didapat selama kunjungan ini, diharapkan para siswa/i dapat mengambil langkah yang tepat dalam menentukan pilihan studi mereka. Semoga pengalaman ini menjadi bekal yang tidak ternilai bagi mereka dalam menatap masa depan yang penuh dengan peluang dan tantangan. Sebuah perjalanan baru menuju pendidikan tinggi telah dimulai, dan SMA Global Persada Mandiri bangga dapat menjadi bagian dari langkah awal tersebut.

Siswa SMA Global Persada Mandiri Berprestasi di G-Olympiad!

Bekasi, 16 Februari 2025 – Bangga! Sebanyak 4 siswa dari SMA Global Persada Mandiri telah menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam Semifinal G-Olympiad sektor Bekasi yang diselenggarakan oleh Genza Education di Universitas Binus Summarecon. Kompetisi ini mencakup bidang Matematika, Fisika, dan Ekonomi, dan diikuti oleh banyak peserta dari berbagai sekolah di kawasan Bekasi. 

Dalam kompetisi yang penuh tantangan ini, dua siswa dari SMA Global Persada Mandiri berhasil melaju ke babak final. Mereka akan bertanding di Grand Final G-Olympiad yang akan diadakan pada 16 Februari 2025 di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan penuh yang diberikan oleh orang tua dan dua guru yang mendampingi mereka, sebagai bentuk komitmen sekolah dalam mendukung perkembangan akademik dan karakter siswa.

Partisipasi dalam kompetisi ini memberikan berbagai manfaat yang signifikan bagi para siswa. Di antaranya adalah peningkatan kemampuan analisis dan problem-solving, yang merupakan keterampilan penting dalam menghadapi tantangan di dunia pendidikan dan kehidupan sehari-hari. Selain itu, kompetisi ini juga mengasah mental juara dan daya juang siswa, membentuk mereka menjadi individu yang lebih tangguh dan siap menghadapi berbagai rintangan.

Lebih dari itu, G-Olympiad juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk memperluas jaringan dengan peserta dari berbagai daerah. Interaksi dengan siswa lainnya tidak hanya memperkaya pengalaman, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dan pertukaran ide yang dapat bermanfaat di masa depan. Semangat belajar dan kompetisi sehat yang ditumbuhkan melalui acara ini diharapkan dapat menginspirasi seluruh siswa untuk terus berprestasi.

SMA Global Persada Mandiri memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas usaha dan prestasi yang telah diraih oleh siswa-siswi yang terlibat. Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus belajar, berkembang, dan berprestasi di masa depan. Semoga semangat yang ditunjukkan oleh siswa-siswa ini dapat memicu gairah belajar di kalangan teman-teman mereka, serta menciptakan lingkungan akademik yang lebih kompetitif dan inspiratif di sekolah.

Dengan keberhasilan ini, diharapkan SMA Global Persada Mandiri dapat terus mencetak generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, siap berkontribusi bagi bangsa dan negara. Selamat dan sukses kepada para siswa yang telah berjuang, semoga prestasi ini menjadi langkah awal menuju kesuksesan yang lebih besar di masa depan!

Siswa-Siswi SMA Global Persada Mandiri Bersinar di EXPOLIGHT 2025!

Bekasi, 22 Januari 2025 – Pada tanggal 21-22 Januari 2025, siswa-siswi SMA Global Persada Mandiri berkesempatan untuk mengikuti EXPOLIGHT 2025, sebuah ajang yang penuh inspirasi dan kreativitas yang diselenggarakan oleh IPBI Kartini LSK Tata Busana di Hotel Balairung, Jakarta. Acara ini tidak hanya menjadi sarana untuk menampilkan karya, tetapi juga menjadi ruang bagi para pelajar untuk menggali lebih dalam mengenai dunia tata busana dan industri kreatif yang semakin berkembang di Indonesia.

Di antara para peserta, terdapat tujuh siswa yang menunjukkan semangat dan antusiasme luar biasa selama kegiatan berlangsung, yaitu Nathan, Desta, Rina, Bryan, Dava, Dinantha, dan Sabrya. Mereka tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi juga aktif berpartisipasi dalam berbagai program yang ada, mulai dari workshop, diskusi panel, hingga presentasi koleksi desain yang menarik.

Salah satu manfaat yang paling signifikan dari keikutsertaan dalam EXPOLIGHT 2025 adalah penambahan wawasan tentang dunia tata busana. Melalui berbagai sesi yang diadakan, para siswa mendapatkan informasi berharga mengenai tren terbaru dalam fashion, teknik desain, serta tantangan yang dihadapi oleh industri mode saat ini. Pembicara-pembicara yang merupakan profesional di bidangnya berbagi pengalaman dan tips yang sangat berguna bagi para pelajar yang bercita-cita untuk terjun ke dunia fashion.

Selain itu, acara ini juga menjadi kesempatan bagi para siswa untuk meningkatkan keterampilan serta kreativitas mereka dalam desain dan fashion. Dengan berbagai aktivitas hands-on yang diberikan, siswa-siswa tersebut dapat bereksperimen dengan ide-ide baru, belajar tentang proses pembuatan busana, serta mengeksplorasi potensi diri mereka dalam menciptakan karya yang unik dan menarik. Hal ini tentunya sangat berharga bagi mereka yang ingin mengejar karir di bidang yang dinamis ini.

Relasi juga menjadi aspek penting yang diuntungkan dari partisipasi ini. Melalui interaksi dengan para profesional, peserta memiliki kesempatan untuk membangun jaringan yang dapat bermanfaat di masa depan. Diskusi dengan desainer terkenal, stylist, dan pelaku industri lainnya memberi mereka pandangan yang lebih luas tentang peluang dan tantangan yang ada di dunia fashion. Hubungan yang terjalin selama acara ini diharapkan dapat membuka pintu bagi kolaborasi di masa mendatang.

Tidak kalah pentingnya, pengalaman mengikuti EXPOLIGHT 2025 juga berkontribusi dalam membangun kepercayaan diri para siswa. Dengan menampilkan karya-karya mereka di depan umum, mereka belajar untuk percaya pada kemampuan diri dan hasil kerja keras yang mereka lakukan. Momen-momen tersebut bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang pengakuan terhadap potensi yang dimiliki masing-masing individu.

Sekolah SMA Global Persada Mandiri sangat mengapresiasi semangat dan partisipasi aktif para siswa dalam acara ini. Kegiatan seperti EXPOLIGHT 2025 adalah langkah penting dalam memperkuat pendidikan mereka di luar kelas. Harapan besar diungkapkan oleh pihak sekolah bahwa pengalaman berharga ini dapat menjadi langkah awal bagi siswa-siswi SMA Global Persada Mandiri menuju masa depan yang gemilang.

Dengan keterampilan dan jaringan yang telah dibangun, mereka diharapkan dapat berkontribusi lebih banyak lagi di dunia mode dan industri kreatif, membawa inovasi dan perubahan positif untuk masyarakat.